Monday, July 30, 2018

Cerita Receh : Pengalaman Pertama Kali Naik Pesawat | Daily Life



Assalamualaikum teman - teman,

Dikesempatan dan tulisan kali ini, sesuai dengan judul tulisan gue ini, gue akan bercerita tentang pengalaman gue yang baru pertama kali menaiki pesawat. 

Cerita ini agak receh sih, tapi tidak apa-apa lah iya, di blog sendiri juga, hehe. Yaps ini pengalaman pertama kali gue menaiki pesawat terbang. Cerita yang akan gue ceritakan ini agak sedikit norak, jadi apa bila mau muntah dipersilahkan. hahaha


Kenapa gue tidak pernah menaiki pesawat dan sekarang ini  di umur segini baru kesampean untuk menaiki Pesawat Terbang, jawabanya, lah tanyak sendiri, jawab sendiri. Gue yang tinggal di Kota Tanjungpinang ini, yaitu kota yang terletak di Pulau Bintan, yaps sebuah kota di pulau kecil yang ada di Provinsi kepulauan Riau, ehh bisa dibilang Ibukota Kepulauan Riau yang bertentanggaan dengan Batam dan berbatasan dengan negara tetangga Singgapura dan Malaysia. 

Nah alasan pertama dikarenakan gue jarang keluar rumah, dalam artian Kampung lah iya, kendaraan yang sering gue naiki seperti Motor, Mobil, kalau jauh menggunakan Bus dan kalau pun keluar kota seperti ke Batam, Pekanbaru, Padang biasanya dan pastinya keseringan mengunakan Kapal, iya kapal Ferry dan sejenisnya dan tidak pernah menggunakan pesawat dan tambah lagi tempat yang baru gue kunjungi situ-situ aja, belum lepas ke wilayah lain, selain di Sumatera. 

Nah kali ini karena urusan kerjaan kantor dan dikasi tranportasinya melalui Pesawat. jadilah gue untuk pertama kali menaiki pesawat.


Oke, sekarang ceritanya dimulai dari sini. 

Awalnya gue ada tugas kerjaan yang mengharuskan gue untuk menaiki pesawat terbang. Yaps urusan kerjaan. Gue ditugaskan untuk beberapa bulan di luar kantor. Tempatnya dimana. Yaps tidak jauh dari Tanjungpinang sihh, tetap dalam kawasan Provinsi Kepulauan Riau juga, yaitu di Pulau Natuna.

Ada yang tau Pulau Natuna ?

Sebuah pulau terluar Indonesia, terletak di ujung selat kalimata dan masih dalam kawasan Provinsi Kepulauan Riau. Masih ada yang belum tau, pulau Natuna pulau tempat dimana terdapat pangkalan TNI. Masih ada yang belum tau juga, baiklah tempat syutingnya film Jelita Sejuba, yang diperankan oleh putri marino. Yaps gue diterbangkan ehh di tugaskan ke daerah situ untuk beberapa hari.

Lanjut kecerita,

gue berangkat saat itu tanggal 26 Juli 2018 dan pesawat yang akan gue naiki yaitu Express Air. Gue mesen atau beli tiketnya mengunakan TRAVELOKA, TRAVELOKA. *kode.

Sebetulnya bukan gue sih, tapi dan lebih tepatnya kantor gue yang mesanin tiket gue di TRAVELOKA. 



Kantor gue memang biasanya sering mengunakan TRAVELOKA untuk pemesanan tiket penerbangan kayak gini. 

TRAVELOKA memang terpecaya.
 Waw makin keras kodenya. *dasar pengabdi Endorsan. Haha 

Sekelebat Info : Tiket dari Tanjungpinang ke Natuna itu kisaran Rp. 1.500.000,- dan melalui Batam harganya hampir sama kisaran Rp. 1.400.000,- sampai Rp. 2.000.000,- Tergantung pesawatnya mau yang besar/Boing atau yang kecil/Pesawat Baling-baling. Dan Pesawat yang gue naiki yaitu pesawat yang relatif kecil.

Jadi seandainya, Misalkan atau barangkali teman teman ada yang mau ke Natuna harus Transit dulu, baik itu di Bandara Internasional Hang Nadim Batam maupun Bandara Internasional Raja Ali Haji Fisabilillah Tanjungpinang dari sini baru bisa menuju ke Natuna.


Yaps setelah tiket dipesan, besoknya gue pagi-pagi menuju Bandara, jadwal keberangkatan pesawat yang gue tumpangi yaitu kisaran jam 10.20 AM (Pagi), berhubung rumah gue dekat dari bandara, lima belas menit lah dari rumah, jadinya gue ke bandaranya jam 09.00 lewat sikit, untuk masalah barang bawaan gue sudah siapkan dulu dari malam hari. 


Narsis Sebelum berangkat

Sesampai dibandara "Bandar Udara Internasional Raja Ali Haji Fisabillilah Tanjungpinang", gue menunggu sebentar setelah itu masuk Antrian pertama bandara, barang - barang bawaan gue diperiksa dan dimasukan ke dalam mesin X-Ray dan gue pun diperiksa pake alat detektor oleh mbak-mbak bandara, badan gue di sensor. Ehh pass disensor bunyi. Mbaknya bilang “Ini dikocek Celana Ada Apa Pak” titit-tititit *bunyi sambil letakan alat sensor di daerah kocek celana gue. Tidak ada apa-apa mbak ee. Jawab Gue” Coba Buka dulu Pak” apanya yang dibuka Mbak. Koceknya, bukan yang lain. ‘Ohh OkOK” kata gue. Dan rupanya ada Headset di kocek gue. Gue lupa tarok di mesin X-Ray-nya. Ohh yaudah  silahkan masuk. “kata simbaknya.

Setelah itu masuk antri ke loket tiket pesawat, karena tiketnya melalui online, gue disuruh memperihatkan identitas seperti KTP,  gue ambil boarding pass dan kemudian masuk lagi ke ruangan tunggu bandara - Boarding Lounge sebelum masuk ke dalam pesawat dan lagi-lagi gue diperiksa dengan hal yang sama, kali ini, selain alat elektronik, tali pinggang juga harus di buka. Untung gue saat itu pakai celana pass. Kalo kebesaran, lepas tali pinggang kan bisa melorot itu celana. 


Menunggu di ruangan tunggu Bandara

Lanjut, setelah menunggu kisaran lima belas menitan gue dan penumpang yang lain memasuki pesawat. Pesawat yang gue naiki yaitu Exprees Air *eem Kode lagi.


Lion Air *bukan pesawat yang akan gue naikin.

Nah ini dia pesawatnya Express Air

Di dalam pesawat kami di sambut oleh Pramigari Cantik. Selamat menaiki pesawat pak. *lagi lagi gue dipanggil pak. Huff. 

Nah ini setelah didalam pesawat, gue kira sama seperti naik Kapal ataupun Bus, tempat duduknya terserah kita mau duduk dimana, yang duluan dia yang dapat tempat bagus. Jadinya saat itu, gue carik-lah tempat duduk yang di belakang dan di samping jendela (udah posisi woenak lah ini kan) niatnya sih agar bisa lihat pemandangan dari jendela. 

Selang beberapa menit ada dua orang ibu-ibu yang juga penumpang yang sama satu pesawat sama gue. Ibu itu binggung tempat duduknya gue duduki. Ibu itu langsung tanyak ke gue, “Mas Tempat duduknya Nomor berapa ? *kali ini gue dipanggil Mas. “nomor apa iya buk *dengan muka polos gue nanya balik ke ibunya. Ini tempat duduk kami lohh mas, mas salah pilih tempat duduk. Selang berapa detik petugasnya nyamperin gue, Mas, anda salah tempat duduk iya. Owh maaf iya buk “gue minta maaf ke ibunya. Jadi saya duduk dimana pak * kali ini gue yang panggil pak. Petugasnya Jawab “ Masnya duduk di depan Pilot, dimana tu pak “saut gue” di Moncong pesawat, haha tidak mas, di bording pass mas, masnya duduk di kursi nomor 3. 

Dan akhirnya guepun pindah tempat duduk, padahal tempat duduk yang tadi gue sudah nyaman, lahhh. Akhirnya gue duduk di kursi bagian depan. 

Setelah semua penumpang menaiki pesawat, pintu pesawat pun mulai di tutup, mesin pesawat mulai dihidupkan dan sang pramugari mulai beraktraksi ehh maksutnya memberi arahan tentang peralatan dan keselamatan penumpang pesawat. Jujur gue salut sama mbak pramugarinya, ia mampu memperagakan suara dubbing dari pesawat tersebut. 

Karena  jarak antara gue sama mbak pramugarinya  cukup deket, yang gue fokus dan tangkap mbaknya itu seperti lagi memperagakan gerakan pantomime betul tidak sih apa gue aja iya. Intuksi dari pramugari selesai, baru lah di mulai perjalanan pertama kali gue menaiki pesawat. 

Jujur awalnya gue takut, tali savety belt nya gue ikat kencang-kencang agar tidak copot saat itu. Pesawat yang gue naiki saat itu relatif kecil, Pesawat tipe baling-baling orang kebanyakan bilang, penumpangnya hanya muat kisaran 20 orang lebih lah. Yang gue denger dari orang-orang yang ditakuti saat naik pesawat yaitu pada saat pesawatnya mau terbang dan pada saat pesawatnya mau landing atau turun. Tapi alhamdulillah pada saat pesawatnya lepas landas atau terbang, jantung gue tidak copot, karena gue pegang erat-erat *tidak gitu juga sih. Mitos katanya kalau pesawat mau terbang itu jantung terasa mau copot.


Setelah pesawat itu terbang. Imajinasi gue muncul, kira-kira diatas awan bakal ketemu istana yang ada di dalam kera sakti tidak iya. *korban sinetron.


Dan lagi, pass pesawatnya mendarat dilandasan, kan laju itu pesawat, pilotnya pasti ngerem pesawat. Secara tiba-tiba kaki gue ikutan selonjoran, seolah olah lagi ikutan ngerem pesawatnya. * dasar Udik, hahah. Dan setelah penerbangan kisaran Satu Jam Dua Puluh Menit dari Tanjungpinang akhirnya gue sampai ke Natuna dengan selamat. Alhamdulillah iya *sambil ngikutin gaya syahrini.


              Turun dari pesawat, Muka masih pucat.



Ada hal unik di bandara natuna " Bandara Udara Raden Sadjad". Di bandara ini petugas pakir pesawat *apa ntah namanya, gue sih sering menyebutnya itu, mayoritas petugas bandara di bandara ini adalah para TNI. Iya dikarenakan bandara di natuna ini pengelolanya yaitu TNI itu sendiri.

Bandara Natuna


Tanggapan setelah menaiki pesawat, iya menurut gue sama aja sih dengan tranportasi lain, ada polisi tidurnya, ehh maksutnya kalau didarat bilangnya kan itu, kalau di laut ombak yang membuat kapal goyang-goyang, rupanya di pesawat juga ada pass melintas awan, tapi tidak begitu terasa sih getarannya, yang penting sihh kita sebagai penumpang harus ikuti arahan dari pilotnya. Setiap transportasi pasti ada resikonya sendiri. Oke itu aja cerita tidak jelas gue ini tentang pertama kali menaiki pesawat terbang.


Penutup Tulisan, Pulau Natuna yang katanya terkenal dengan keindahan alamnya terutama pantai dan bebatuannya. Kira-kira kerja sambil Liburan boleh kali iya. Gue Di Natuna kisaran akan sebulan lebih, nah Bakal dapat ide nulis nih yang bertemakan tentang Exsplore Natuna.

Penasaran dengan keindahan pantai yang ada di Natuna, tungguin ceritanya diblog ini iya. Dahh terima kasih yang sudah bersedia baca blog gue ini. Sampai Jumpa Lagi di Postingan Selanjutnya.


Batu Alif *salah satu wisata di Natuna.


24 comments:

  1. Pengalaman yang menarik, Kak! Betewe ada yang tipo di harga tiket, 0 nya kebanyakan. Hehe #peace

    ReplyDelete
  2. Wah udah share pengalaman naik pesawat aja nih hehe.
    Pulau Natuna emang keren banget! Keinget bebatuan yang ada di Belitung. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya natuna indentik dengan ebatuan granitnya sama dengan belitung πŸ˜€

      Delete
  3. Ya Allah, udik banget. Aku bakalan kayak gitu juga, ding, karena sampai saat ini--detik ini, manusia bernama Wisnu Tri ini juga belum pernah mencoba menaiki pesawat yang bisa bener-bener terbang di udara sana xD

    Setidaknya setelah baca tulisan ini jadi tau step-step naik pesawat dan bagaimana rasanya naik pesawat. Hahaha

    Ditunggu tulisan ttg Pulau Natuna-nya, Sep!

    ReplyDelete
  4. Yang bikin iri itu Batu Alif-nya! Ayeeee!

    ReplyDelete
  5. Saya lebih parah, Mas Septian. Naik kapal laut aja belum pernah, apalagi naik pesawat, hahahaha....

    ReplyDelete
  6. Asyiikk lah

    Bagus banget pemandangannyaaa

    Aku belum pernah transit-transit sih, pernahnya yg sekali jalan nyampe aja. Dan yaa, selalu pake traveloka juga wkkw

    ReplyDelete
  7. Ya ampun natunaaa

    Dari dulu gw pengen kesini. Tapi belom kesampean. Kapan yah gw ke sana? Pengen cuti terus cus ke sana. Cerita dong yang banyak tentang Natuna.

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  10. Sama,, dulu pertama kali naik pesawat juga karena urusan kerjaan hihi.. Ditunggu cerita Natunanya,, aduuuh kece banget kaya di negeri dongeng..

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
  11. Hehhehe nggak papa mas, semua orang mungkin bakal kayak gitu kalo pertama kali naik pesawat terbang.
    Tadi aku pikir ke wilayah Papua, soalnya naik Express Air.
    Ternyata disana juga ada ya *norak*

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  13. aku udh berkali kali naik pesawat masi aja takut terbang. Kalo bisa naik yg di darat, ya darat ajalah. Kalo terpaksa yaaaaa.....

    ReplyDelete

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...