Wednesday, April 3, 2019

Membahas 6 Strategi marketing para Tokoh Politik, dalam memperkenalkan dirinya di pemilihan politik tahun ini


Hallo semuanya*gaya slow Raditya Dika.

Seperti judul diatas, kali ini gue ingin membahas sedikit tentang beberapa strategi marketing yang dilakukan para tokoh politik khususnya di Indonesia ini.

Untuk sekarang ini, karena lagi musim pemilu, jadinya gue tertarik nih membahas sisi lain di dunia politik yaitu dari sisi promosi diri mereka dalam merebut suara konstituen. Tenang untuk pembaca blog ini, gue tidak lagi membahas hal yang berat dan isu yang lagi panas kok, karena politik saat ini emang sudah panas πŸ˜‚, nah ini dari sisi lainnya. Setiap tokoh politik untuk menjadi pemimpin dan juga wakil kita di DPR pusat maupun daerah, yang akan nantinya menentukan kebijakan di Indonesia, pastinya perlu mempromosikan dirinya atau lebih tepatnya memperkenalkan dirinya dengan berbagai macam cara, salah satunya silahturahmi langsung dan mengunakan alat peraga, agar dikenal dan mendapatkan konstituen dan akhirnya para memilih, memilih dia.


Nah berikut akan gue bahas beberapa strategi marketing para tokoh politik,


1. Promosi Melalui Baleho, Spanduk, Billboard dan Sejenisnya.

Promosi ini adalah promosi yang sering digunakan oleh para tokoh politik dalam mempromosikan dirinya saat kampanye, untuk merebutkan suara pemilih. Kalau sudah musim politik gini, tidak heran jika dijalan - jalan pinggir jalan rumah kita dan jalan raya di penuhi dengan poster baleho dan spanduk promosi para tokoh politik yang ingin menjadi wakil kita nantinya.

Strategi ini adalah hal yang seringkali digunakan, yang kemungkinan besar dengan adanya ini, mereka bakal di kenal dan berharap besar para pemilih dapat memilih mereka.




Disini bakal gue bahas tipis-tipis. Setiap para tokoh politik pastinya di berikan alat peraga dalam memperkenalkan dirinya seperti salah satunya lewat baleho. Mereka bersaing dengan perusahaan prodak yang beriklan dengan metode yang sama. Disini ada hal yang unik yang akan gue bahas, karena promosinya mengunakan baleho dan spanduk kayak gini, ada yang memanfaatkannya seoptimal mungkin dan ada juga yang ngelantur, yang meletakan alat peraga seperti baleho dan spanduk di sembarang tempat. Mungkin dimaklumi ada beberapa faktor yang membuat demikian. Yah semua promosi tergantung dari budget masing-masing para tokoh politik.

Dalam penetapan baleho atau spanduk, yang pertama harus di perhatikan adalah tata letak, yah sebagai konsumen atau dalam dunia politik pemilih, gue akan membaca baleho yang letaknya kemungkinan bisa gue baca, seperti letak di tempat-tempat strategis seperti yang sudah sering digunakan sih di samping jalan-jalan dekat lampu merah. Bagi pengendara, kemungkinan besar dia akan melirik dan bahkan membaca baleho atau spanduk yang kalian buat dalam promosi diri kalian.

Dan lagi, ini yang sangat meresahkan menurut gue iya, kalau memasang baleho janganlah letak sama Persis di tempat orang yang sudah duluan pasangan baleho. Bukan tak boleh, kalau semua tokoh politik meletakkan baleho di tempat yang sama persis, orang yang lihat akan menjadi bingung, dan aneh aja.



Seandainya nihh kalau balehonya bisa ngomong dengan banyak baleho di sampingnya, dia akan bilang gini 

"Pilihlah saya, saya terbaik", 

baleho sebelahnya langsung nyaut "owh tidak semudah itu fulgoso saya lah orang yang terbaik", 

baleho sebelahnya lagi nyambut "tidak saya lebih baik", 

disampingnya "akulah lebih baik". 

Ujung-ujungnya sesama baleho itu jadi berantem untuk menunjukan siapa yang terbaik.

Kan yang baca juga bingung lihatnya, ujung-ujungnya hanya jadi beleho yang ngerusak pemandangan, nah letaklah di tempat yang tidak ditempatkan banyak baleho lain.


Next lagi, baleho juga janganlah letak di sembarangan tempat, jangan pula merusak lingkungan dengan meletakkan di dekat pohon, mengaitkan dengan paku untuk menempelkan baleho, dan lagi menempel -nempel striker ditempat rumah orang, tanpa seizin pemiliknya.

Kemudian masih membahas tentang baleho, kalau aku sih lebih suka melihat tulisan isi dari baleho tersebut, kalau bisa di isi profil kalian para tokoh politik kemudian ada visi misinya, dan juga ada kreatif lain lah supaya ada orang yang setidaknya mampir sebentar untuk membaca baleho yang kalian pasang.



2. Promosi melalui Kalender dan Kartu Nama

Nah yang ini, kalau sudah musim politik pasti kebanyakan dari kalian sudah banyak mendapatkan kalender gratis dari partai maupun para tokoh-tokoh politik yang lagi mengikuti kompetisi di pemilu.

Kalian sudah pernah dengar belum lagu Gen Halilintar baru, yang berjudul zig-zag, nah di beberapa lagunya mereka para anak-anak gen halilintar mengklaim bahwa isi kalender dirumah kita, isinya foto mereka semua, bahkan tetangga kita isinya foto mereka juga.

Apakah benar demikian ?

Penggalan lagu Gen Halilintar :

"Coba Ceks Kalender yang ada di rumah mu, isinya kita semua.

"Kalau tidak percaya coba Ceks Kalender tetangga mu.

Gimana ? Untuk sekarang sih kalender gue dan bahkan kalender tetangga gue isinya para muka tokoh politik yang mempromosi dirinya untuk jadi calon legislatif.

Jadi mungkin lirik lagu yang pas, kayak gini kali iya,

"Coba Ceks kalender yang ada dirumah mu, isinya muka para tokoh politik semua", 🀣

"Kalau tidak percaya, Ceks kalender tentangga mu, sama itu juga πŸ˜‚


Kalender ini juga sering dan banyak digunakan para tokoh politik dalam mempromosikan diri mereka, karena kalender sangat dibutuhkan semua orang untuk melihat hari dan tanggal terutama tanggal merah. Lah itu gue.

mereka dengan sukarela membagikan hampir lebih dari seratus lembar hanya untuk kalender yang ingin dibagikan, tapi tetap diselipkan sedikit tentang profil mereka, tidak masalah, yang penting kalendernya dapat berguna.

Selanjutnya, kalau sudah kalender biasanya sekalian dengan membagikan kartu nama mereka.

Ini juga penting sih, iya tanpa kartu nama atau identitas, kita sebagai pemilih, tidak bakalan mengenal mereka siapa. Biasanya satu paket kartu nama di iringi dengan kalender. Bahkan kalau di tempat gue, karena ada tradisi setiap lebaran orang bagikan air kaleng, baik itu perusahaan maupun orang pribadi sebanyak satu kess (kotak), Bahkan lebih. Sebagai tanda selamat lebaran dan kalau di musim politik kebanyakan para tokoh-tokoh politik Nyang ngasih nih beserta kartu nama mereka, sekali dayung gituhh.



3. Promosi Silahturahmi atau Datang Langsung ke tempat konstituen (pemilih)

Nah yang ketiga, ini lebih efektif untuk para pemilih mengenali calon anggota legeslegis maupun Presiden yang akan mereka pilih, karena dengan datang langsung dan bertatap muka, para tokoh politik bisa langsung dekat dan bersilahturahmi dengan pemilih mereka, agar percaya dan yakin memilih dia.

Mereka secara langsung mempromosikan diri mereka, visi misi dan tujuan mereka untuk mendapatkan pemilih, ini biasanya dilakukan dengan cara mereka datang langsung ketempat atau juga para pemilih lah yang datang ketempat para tokoh politik tersebut.



4. Promosi dengan memberikan Marcendais dan sejenisnya.

Promosi ke empat ini juga sering di gunakan para tokoh politik dalam mengakrabkan dirinya kepada masyarakat, iya mereka dengan suka rela memberikan Marcendais ini sebagai silahturahmi politik. Marcendais ini di berikan gratis dan secara cuma-cuma oleh mereka para tokoh politik. 

Marcendaisnya itu berupa gelas, mangkok, gantungan kunci, jam dinding dan juga kipas tangan, Udah macam Marcendais di kawinan gitu, dan gue salah satu kecipratan dapat Marcendais kayak gini.



Marcendais tersebut tetap dalam bentuk promosi, seperti di gelasnya ada foto para tokoh politik dengan nomor urut pilihan mereka.


Ada yang dapat promosi kayak gini ?

Cuma mau nebak Jenggo asal aja nih, kemungkinan sama dengan gue, dirumah kalian juga ada dapat gini kan, baik itu dari Marcendais undangan pernikahan maupun Marcendais dari tokoh politik.

Iya hitung-hitung lumayan sebagai tambahan perlengkapan rumah kita, syukuri aja karena Marcendais ini adanya cuma beberapa tahun aja, kalau lagi musim, sama seperti hujan ,hehe, piss.



5. Promosi Melalui Media Sosial

Kalian pembaca blog ini pasti sudah seringkali mendengar para tokoh politik bicara tentang milenial dan milenial. Yang salah satu cara mempromosikan diri mereka yaitu melalui media sosial, untuk sekarang ini sih promosi ini yang lebih efektif para tokoh politik dikenal pemilih nya.

Tapi belakangan ini, menurut gue menjadi kegelisahan tersendiri, kenapa ? Karena dengan sosial media ini orang yang  aktif di dunia sosial media sekarang atau sering dikenal dengan netizen lebih gampang mengeluarkan opininya. Tapi karena kebebasan beropini dan ada wadahnya seperti sosial media, orang yang menggunakannya jadi mengunakan itu sebagai hal yang berlebihan bukan opini yang membangun, bukan kritik yang memberikan solusi tapi kebanyakan hujatan yang tidak bermanfaat, dan ini juga digunakan di dunia politik.

Pasti kalian semua sudah sering melihat dan membaca perdebatan di sosial media tentang perbedaan pilihan. Dan akhirnya mereka saling menghina satu sama lain. Terlebih saat ini pemilihan presiden.

Nah sebetulnya apa yang mereka ributkan, sampai ada sebutan cebong dan kampret. Bahkan sumber informasi sangat cepat tersalaurkan melalui sosial media dan inilah yang menjadi senjata para politikus untuk menjatuhkan lawan politik, padahal nantinya yang akan mengendalikan negara adalah mereka itu juga.

Ok lah ribet kalau di terusin tentang yang tadi, jadi intinya sosial media sangat berpengaruh besar bagi para tokoh politik dalam mempromosikan diri mereka agar dipilih menjadi wakil rakyat maupun pemimpin negeri ini.



6. Promosi Tidak Sehat (Serangan Fajar)

Terakhir, kalau pemilih yang sudah memilih berapa kali pasti tau tentang istilah yang namanya serangan fajar. Taktik promosi ini adalah salah satu ketidak pedean para tokoh politik dalam mempromosikan diri mereka. Mereka yang takut kalah akan mengunakan cara ini untuk mendapatkan suara pemilih atau konstituen.

Serangan fajar ini sering terjadi di negara berkembang indonesia ini. Karena emang masyarakat indonesia yang masih bingung dalam menentukan pilihan, akan kemungkinan besar, menerima promosi ini. Inilah yang dimanfaatkan para tokoh politik curang, dalam bersaing untuk mendapatkan suara pemilih.




Jadi sampai sekarang, promosi ini masih sering dilakukan, bahkan yang kemaren ramai diberitakan di media, salah satunya TV, telah tertangkapnya salah seorang tokoh politik  dengan KPK dalam kasus korupsi yang nantinya bakal digunakan untuk dibagikan ke masyarakat yang masih bingung untuk memilih siapa.

Menurut gue sih, kenapa ini bisa terjadi, pertama untuk pemilih yang masih bingung dengan pilihan mereka ditambah iming-iming uang, yang menurut sebagian orang lebih berguna. 

Dan untuk dari sisi sebaliknya, ini ketidak pedean para tokoh politik dan rasa pesimistisnya mereka yang tidak yakin bahwa mereka akan di pilih dan maju sebagai wakil kita dalam mengawasi negara. 

Yah dalam kopetinsi gini aja tidak pede, apalagi jadi wakil rakyat.

Apa yakin kalian akan memilih orang yang kayak gini. Mau diapain negara sama dia yang tidak pede pada dirinya sendiri.

...

Oke segitu lah pembahasan dan opini lepas dari gue, jadi kalian lebih suka promosi yang mana ? atau ada promosi yang lain yang belum dibahas disini. 

Owh iya maaf jika ada kata yang menyinggung, ini hanyalah opini belaka.

Intinya sih beberapa hari lagi, tinggal menghitung hari lagi kita akan ada even besar yaitu pemilihan langsung Presiden dan Wakil Presiden, pemilihan anggota DPR daerah dan Pusat, yang nantinya akan menjadi wakil kita mengawasi negeri ini.

Jadi yah sebagai warga negara yang sudah punya hak suara untuk memilih, pilihlah yang menurut kalian yakin akan menitipkan negeri ini ke dalam kepimpinan dan pengawasan kepada mereka nantinya.

Tulisan ini tidak di bayar oleh KPU, inisiatif sendiri, sayang jika kita golput. Jujur tidak ada pemimpin terbaik tapi pilihlah pemimpin yang sesuai dengan pemikiran kalian sebagai pemilih. Negeri ini ditangan kita dan mereka orang-orang yang terpilih nantinya. Dan satu lagi jika kalian sudah tau siapa yang akan kalian pilih nantinya, hargai pilihan orang lain yang mungkin tidak sama dengan kalian. Karena bukan perdebatan mana yang terbaik, tapi Indonesia akan maju nantinya apabila kita sama sama menjaga negeri ini, sama sama mengritik dan memberikan solusi, agar negara ini lebih baik dan lebih baik lagi.

AYO DATANG KE TPS tanggal 17 April 2019

Sekian terimakasih. πŸ™

31 comments:

  1. Ulasannya menarik sekali. Menyingung orang tapi yang disinggung tidak akan terasa.
    Kalau saya melihat mekerting dalam memilu, dari segi ekonomi saja. Akan terjadi perputaran ekonomi yang sungguh luar biasa, entah dari baliho, pamlet, kelender, marcendais, sembaok dan yang lainnya. Perusahaan cetak, kebanjiran order. Belum lagi orang yang nganggur jadi kerja, karena dapat job pasang baleho di jalan-jalan.
    Selama, kandidatnya mengeluarkan modal dari kantong pribadinya, dan dari sumbangan perusahaan dengan harapan dapat keuntungan. Saya rasa, kecil sekali perubahannya.
    Seharusnya rakyat yang menyumbang itu kandidat, bukannya justru ingin dapat serangan fajar. Tapi bagaimana lagi, ah sudah tradisi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas, setidaknya di tahun politik beberapa industri usaha jadi laku, seperti penjualan baleho yang meningkat πŸ˜‚

      Delete
  2. wah serem juga ya gan ada promosi tidak sehat getu, tapi kalau ada serangan fajar getu, boleh juga dapat uang nya, tapi memilih nya masih dalam pertimbangan gan hhhh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, hati-hati mas, kalau tidak dipilih, nanti di cariin loh πŸ˜‚

      Delete
  3. Betul Gan apapun cara dilakukan para calon Atau Caleg demi mendapat kursi jabatan..πŸ˜„πŸ˜„

    Bahkan ada pula yang mengiklankan melalui media electronik, Hingga hijrah kekampung2..πŸ˜„

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kan, πŸ˜πŸ˜‚

      Makin banyak orang tiba-tiba datang kekampung2 untuk Silahturahmi.

      Delete
  4. Banyak banget sih strategi marketing mereka. Bahkan saking banyaknya, otak saya sampai membludak. Kenapa? Karena saya jadi lihat marketing mereka di mana-mana. Hehe...

    Namun, semoga cara marketing mereka cara yang baik semua, nggak ada serangan fajar. Aamiin...

    Salam kenal Kak.

    ReplyDelete
  5. bahkan menurut sumber yang belum jelas asal usulnya, ada foto calon legislatif perempuan yang agak lucu kata-katanya, coblos saya, sudah terbukti rasanya :D

    ReplyDelete
  6. Di beberapa sudut kotaku, banyak spanduk dan bendera partai ngumpul di satu area ..., penuuuh banget.
    Sampai bingung ngelihatnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sampai banyaknya malah bikin merusak pemandangan kan mas.

      Delete
  7. Kwkwkw aku kok ngakak ngebayangi sesama baleho eyel-eyelan minta dipilih karena merasa lebh baik yakπŸ˜‚πŸ˜†bhahaha. Kayaknya rame dan seru banget itu mahπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚..

    Btw, tempatku sering bangt tuh dikasih' cangkir yg ada cap nya hahaha cap calon ... Bukan cap elangπŸ˜‚πŸ˜†

    ReplyDelete
  8. yang pasti saat2 sekarang ini percetakan advertising banyak kebanjiran job yaa.. bikin sepet aja di jalan di mana2 banyak spanduk dan baliho caleg hahaha..

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
  9. biar nggak lupa dan selalu ingat update terbaru di blog sobat, ijinkan saya untuk follow blog sobat ;)

    ReplyDelete
  10. sekarang sih lebih promosi di grup wassap

    ReplyDelete
  11. Kalo udah ngomongin politik mah gw tepok jidat doang-_-'

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, orang yang ikut politik pada ribet sendiri iya za πŸ˜‚

      Delete
  12. pas masuk hari tenang, mataku seolah terselamatkan kak. berasa adem banget sepanjang jalan spanduk baleho udah dicopotin, hhh

    ReplyDelete
  13. menarique bosqu hehe. menurutku nih ya, baliho tuh sekarang udah kurang efektif gak sih, udah ngotor2in kota, dan gak udah gak terlalu bisa munculin awareness atau narik perhatian kita, apalagi desain yang gitu2 aja, orang jalan juga mana merhatiin. mending bikin yang berguna2 gitu, kayak mug, kalender, atau apalah yang berguna, itu kalau di kampung ya atau yang masyarakatnya kebanyakan orang tua. tapi kalau di kota kebanyakan udah pake sosmed sih walaupun baliho masih tetep ada, krn kan sasarannya org2 yg udah melek teknologi apalagi partai yang fokus ke anak muda. semoga aja kedepannya baliho semakin berkurang biar gak pusing jalanan kotor.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya di era digital dan sosial media sekarang, baleho sudah kurang efektif lagi untuk memilih akan memilih mereka.

      Delete
  14. Enek lah, enek. Yang baliho terutama. Ngotor-ngotorin pemandangan, asli.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, berarti sama kita, sebetulnya jengah lihat poster baleho yang di Tarok disembaranagan tempat, merusak pemandangan πŸ˜‚

      Delete
  15. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...