Thursday, April 23, 2015
[Review] Buku Koala Kumal (Raditya Dika)
Saturday, April 11, 2015
Seminar Proposal Skripsi berjalan Lancar | Daily Life
Tuesday, March 31, 2015
Welcome MotoGP 2015
Yang pertama siapa lagi kalo bukan juara bertahan Marc Marquez si Baby Alien selain menyabet gelar Juara Dunia, ia pun berhasil menorehkan sejumlah rekor-rekor baru lainnya seperti pole seater terbanyak selama satu musim, peraih poin terbanyak, pembalap tercepat dan lain sebagainya, apakah Marc Marquez bisa dapat mempertahankan gelar dan memperbanyak Rekornya di seri 2015 ini.
Rekan setimnya Dani Pedrosa, apakah ia berhasil meraih gelar juara yang belum pernah ia dapatkan ,Valentino Rossi si Ayam Tua apakah Vale di seri 2015 ini bisa bersaing dengan Juniornya dan dapat menjadi juara dunia yang ke 10 kalinya.
Saturday, March 21, 2015
Asal Muasal #SaveHAjiLulung
Banyak orang yang bertanya itu kenapa haji lulung, emang siapa haji lulung, kok bisa terkenal itu Haji lulung.
Dari situlah haji lulung menjadi terkenal.
Haji Lulung adalah Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) DKI Jakarta, dengan nama asli Abraham Lunggana.
Awal ceritanya, bermulai dari kisruh saat mediasi antara Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan DPRD tentang RAPBD (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Tahun Anggaran 2015 di kantor Kementrian Dalam Negeri.
Hingga pada satu titik, mediasi tak bisa diteruskan alias deadlock. Bahkan rapat mediasi berakhir dengan keributan.
Seperti video yang disebarluaskan melalui Youtube, terlihat Ahok bicara dengan nada tinggi, sebaliknya juga Lulung dan banyak anggota DPRD juga tertangkap kamera video, melontarkan nada yang sama kepada Ahok.
Sunday, March 15, 2015
Beropini dan Beraspirasi di Jejaring Sosial Lagi Trend
Belakangan ini Presiden kita, Presiden Republik
Indonesia lagi disorot dari segala keputusan maupun
kebijakan yang telah dibuatnya, ada beberapa yang
setuju dan ada beberapa yang tidak setuju
atas kebijakan yang telah dibuat oleh Mr.
Presiden, sekarang di era yang modern saat ini
masyarakat lebih bebas meluangkan aspirasinya lewat
jejaring sosial, dengan membuat opini2, tentang kebijakan yang
telah di buat oleh Mr. Presiden.
Dulu untuk menyuarakan aspirasi, kita harus turun kejalan dengan bredemo
menggunakan toa, berteriak-teriak untuk meluangkan aspirasi kita di
istana presiden maupun dikantor DPR eh lah saat itu malah kena lempar
nasi bungkus, yah sampe sekarang masi sih, tapi sudah tidak populer kayak dulu
di era orde baru, yah sekarang orang lebih suka beropini /
beraspirasi lewat jejaring sosial pribadi
miliknya. Seperti berikut ini #Save
#Shameonyou #Whereareyou :




