Thursday, November 13, 2014

Sipnosis buku AKU karya ''Sjuman Djaya''

Aku (Berdasarkan Perjalanan Hidup dan Karya Penyair Chairil Anwar)




Karya : Sjuman Djaya
Penerbit : metafor publishing







"Bom atom pertama meledak di kota Hiroshima. Langit berselaput awan cendawan berbisa. Ketika memburai awan ini, bumi laksana ditimpa hujan salju yang ganas. Gedung-gedung beton runtuh. Aspal-aspal jalan terbakar menyala.Bumi retak-retak berdebu, di segala penjuru. Dan beribu tubuh manusia meleleh, tewas atau terluka. Seekor kuda paling binal, berbulu putih dan berambut kuduk tergerai, berlari di pusat kota, Jakarta! Tidak peduli pada yang ada, sekelilingnya, juga tidak pada manusia. Dia meringkik alangkah merdekanya.

Dunia ini, seolah cuma menjadi miliknya! Dan sekaligus seolah dia bicara :

kalau sampai waktuku
kumau tak seorang kan merayu
tidak juga kau
tak perlu sedu sedan itu
aku ini binatang jalang
dari kumpulannya terbuang

Gaung suara ini seolah membelah langit, membelah bumi."


Adegan-adegan film yang tergambar dalam skenario ini, tak pernah sempat diwujudkan oleh sang penulis sekaligus sutradara, Sjuman Djaya. Niatnya untuk mewariskan semangat penyair besar yang dikaguminya, Chairil Anwar, bagi para penikmat sinema tak pernah nyata.
Namun, tak dapat disangkal, bahwa skenario ini merupakan salah satu karya terpenting Sjuman Djaya yang mampu menempatkannya di jajaran para seniman besar Indonesia.


Sinopsis

Buku ini mengisahkan tentang kehidupan Chairil Anwar, merupakan seorang penyair Melayu kelahiran Medan, Sumatera Utara, 26 Juli 1922. Beliau merupakan seorang penyair hebat yang karyanya tidak pernah dihargai oleh para kritikus di semasa hidupnya.



Ia dianggap sebagai seniman yang bombastis, liar, dan penyair yang di zaman itu merusakkan nilai-nilai sastra dengan bahasa yang lugas tanpa dihias-hias.



Tetapi setelah dia wafat di Jakarta, 28 April 1949, semua kritikus memujinya dan mengakuinya sebagai pelopor pembaruan seni sastra di Indonesia.

Ia memulai karirnya pada masa penjajahan Jepang yang sumpek dan penuh tekanan. Tetapi dia dapat mengatasi kesulitan lingkungan hidup pada saat itu dan menciptakan lingkungan kreatifnya sendiri.


Panorama dunia seni sastra Indonesia segera berubah setelah Chairil Anwar hadir dengan karya-karyanya. Ia telah membuka kesadaran pada seniman sezamannya dan sesudah zamannya.
Orang boleh suka atau tidak suka kepadanya, tetapi telah terbukti dan harus diakui, bahwa ia adalah salah satu dinamisator bagi kehidupan kebudayaan bangsanya.

Buku ini ditulis oleh Sjuman Djaya untuk memfilmkan kehidupan penyair misterius ini yang mati muda pada usia 27 tahun. Malangnya, pengarang ini pun akhirnya meninggal dunia sebelum sempat karya ini difilmkan di layar lebar.



Sjuman Djaya


foto kutipan buku AKU






No comments:

Post a Comment

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...