Sunday, May 27, 2018

Sebuah Kisah Klasik di Bulan Ramadhan (Cerita Pertama)


Ramadhan tiba... Ramadhan tiba, tiba..tiba Ramadhan, tiba....tiba Ramadhan.
*sambilnyanyi

Assalamuallaikum semuanya, selamat datang bulan Ramadhan, alhamdulilah kita kembali dan bertemu lagi di bulan ramadhan ini. Selamat Beribadah Puasa Semua.


Bicara tentang ramadhan, kali ini sedikit gue akan bercerita tentang sebuah kisah klasik di bulan ramadhan, lebih tepatnya beberapa kegiatan dan juga bisa dibilang tradisi yang ada hanya pada saat bulan ramadhan, yang tidak ada di bulan-bulan lain. Ada beberapa perubahan yang terjadi selama ramadhan, terutama ketika kita mulai beranjak dewasa. Perbedaan ramadhan sekarang, di umur segini, lebih speknya dewasa, suasananya akan sangat berbeda, dibandingkan dengan beberapa tahun silam, speknya Saat masih kecil.


Nah kali ini, gue ingin bercerita tentang pengalaman klasik ramadhan sampai dengan sekarang, iya bisa dibilang bernostalgia dengan suasana bulan Ramadhan.


Dan berikut Tradisi - Tradisi yang tidak terlupakan dan akan dikenang pada saat  ramadhan ini.


1. Libur Panjang dan Banyaknya Permainan yang hanya dimainin saat Bulan Ramadhan.

Yapss, saat kita masih kecil dulu, yang selalu di kenang dan diingat saat datangnya bulan ramadhan yaitu Liburan Panjangnya,  yoyoyo. Waktu saat itu, diera gue SD, ramadhan adalah libur panjang, kita diberikan waktu libur selama satu bulan penuh ditambah liburan Idul Fitri, dan saat itu hanya datang kesekolah selama tiga hari, yang disebut dengan Pesantren Kilan di sekolah.

Nah dikarenakan itu, dengan mengisi waktu luang ada terdapat banyak permainan yang kami mainkan. Nah gue akan menjabarkan beberapa permainan yang kami mainkan dan yang its pada saat itu, di bulan ramadhan.

Dikala itu, dunia digital belum menyerang bumi, kami semua belum mengenal yang namanya hape aplikasi robot. Adasih permainan digital saat itu namanya gamebot dan strata tinggi lagi PS1, yang belum banyak orang memilikinya, untuk memainkan PS1 ini, kami saat itu harus berjalan lumayan cukup jauh untuk bermain PS1 tersebut, dan harus lagi membayar biaya yang sedikit mahal untuk memainkan per Jamnya. Maka dari itu kami memilih permainan-permainan yang mengisi waktu luang saat bulan puasa.

Yang pertama PETASAN dan KEMBANG APIpermainan ini tergolong dengan permainan yang berbahaya buat yang memainkannya, termasuk buat kami saat itu yang masih SD. Jadi tidak patut ditiru. Petasan adalah permainan yang mengeluarkan bunyi nyaring saat di bakar sumbunya, dan dilemparkan ke tanah. Petasan termasuk permainan yang negatif, bisa juga dibilang kegiatan kenakalan remaja saat itu. Dan gue pernah memainkan itu. Petasan itu banyak jenisnya, kalau tidak salah dari yang kecil, namanya petasan korek, petasan cabe, dan petasan jangwe dan masih banyak lagi.


foto : Shutterstock.com

Kalian pernah baca bukunya Raditya Dika tidak, buku ke Tujuh beliau yang berjudul "Kuala Kumal" yang di bab pertama pembahasannya tentang perang petasan jangwe antar komplek/perumahan. Nah gue pun bersama teman-teman pernah melakukanya saat itu. Kejadiannya setelah pulang taraweh, dengan kelompok yang iseng, kami bermain petasan di komplek sebelah. Dan kemudian dibalas oleh mereka dan terjadilah perang dunia petasan.

Petasan juga dapat dijadikan bahan usilan terhadap teman sendiri, saat itu teman gue memainkan dan menghidupkan petasan tersebut, kemudian diletakan ke-celana temen gue satu lagi, dan hasinya temen gue yang diusilin tersebut terkejut, marah, nangis dan parah lagi celananya sampai koyak akibat dampak petasan tersebut, untungnya beliau, temen gue ini tidak apa-apa.

Tapi ding, sekarang didaerah rumah gue tidak ada lagi yang memainkan petasan tersebut. Ada sih, tapi lebih sedikit dari era gue SD dulu, petasan yang saat itu masih merupakan permainan yang bisa dibilang permainan yang menyenangkan. 

Sekarang sejak Era digital menyerang, mereka lebih memilih memainkan Komputer dan Internet atau HP robotnya sendiri. Yah bagus jadi tidak menganggu orang disekitar gara-gara bermain petasan, apalagi pas taraweh. Lah gue baru ngerasa sekarang.



Permainan selanjutnya MERIAM BAMBU dan MERIAM KALENG. Nah, kalau permainan ini, sepertinya diberbagai tempat masih ada yang memainkanya. Sama seperti Petasan, Meriam bambu atau kaleng ini juga mengeluarkan bunyi yang nyaring saat memainkannya. 

Cara memainkanya, yaitu dengan membuat lubang kecil di ujung, masukan minyak tanah kelubang tersebut, meniupnya, kemudian siapkan kayu yang sudah di lumuri minyak tanah ujungnya, bakar kayu tersebut dan letakan kelubang kecil yang kita buat, kemudian akan muncul suara atau bunyi yang nyaring yang keluar dari meriam tersebut.

http://takaitu.com

Kalau gue dan teman-teman waktu itu seringnya memainkan meriam kaleng, beberapa kaleng disusun ke atas, dilengketkan dan digabungin menjadi satu. Kaleng yang digunakan saat itu kaleng bekas, kaleng minuman sarang walet, botol baigon, dan kaleng bekas sejenisnya. Memainkannya saat itu, iya diatas bukit atau dilapangan yang jauh dari keramaian, jadi tidak mengganggu orang lain.

Ini permainan juga termasuk permainan yang bisa di bilang berbahaya iya, kalau kita memainkannya dengan tidak hati-hati.

Gue pernah nih iya, kena insiden permainan meriam ini, ini pengalaman gue, aduh kalau di ingat-ingat jadi merasa lucu sendiri, ini iya saat itu gue dan beberapa teman gue lagi asik main meriam, di bukit daerah rumah. Kebetulan saat itu meriamnya tidak bunyi, jadinya kan dikirain ada masalah dari meriamnya, dan gue bodohnya saat itu *waduh ini aip, hahaa, gue mau aja di suruh niup meriamnya, niupnya bukan dari lubang kecil yang biasa di tiup, tiupnya di moncong meriam, dan gue mau aja lagi, dan temen gue tidak sengaja menghidupkan meriamnya. Booooom keluar percikan api dan yang terjadi hidung gue kebakar saat itu, tidak kebakar sih tapi kena luka bakar di ujung hidung gue, wah kalau di ingat jadi malu sendiri. Untunya hanya hidung gue yang kenak, hufff. *dasar anak kecil mau aja disuruh. Jadi iya memainkan ini harus penuh hati-hati agar tidak terjadi kecelakaan yang gue alami saat itu.

Nah, sekarang ditempat gue sudah jarang nih, yang memainkan permainan ini, karena mungkin sekarang tempatnya sudah tidak ada lagi, ya lapangan dan bukit tempat yang biasa kami mainkan dulu kini sudah beralih fungsi menjadi perumahan atau komplek.

Ditempat kalian masih adakah permainan ini ?


Selanjutnya *lagi mikir
Owh iya, tidak tau nama permainannya apa, tetapi populer pas di bulan ramadhan, yaitu permainan yang dibuat dari busi bekas, dikasi tali rapia sebagai rumbai-rumbai, kemudian dilempar dan mengeluarkan bunyi yang lumayan cukup nyaring.



Next, permainan PETAK UMPET atau POLISI POLISIAN. Wah ini juga merupakan permainan yang gue kangenin saat masa itu. Permainan ini, karena menguras tenaga, jadi dimainkan pada malam hari, lebih tepatnya saat selesai sholat taraweh. Permainan kejar-kejaran bergantian, apabila terpilih jadi polisi, dia akan mengejar penjahat. Nah yang terpilih jadi penjahatnya dia akan lari dan sembunyi dari kejaran tim polisi. Apabila sudah didapat semua tim penjahatnya, kemudian berganti yang tim penjahat menjadi polisi, begitu juga dengan sebaliknya.

1cak.com

Masih inget gue pas jadi tim penjahat, gue memilih pulang kerumah kisaran setengah jam kemudian memunculkan diri, yah agar susah dicarinya gitu *dasar licik. Haha, namanya juga anak kecil.


Apalagi iya, permainan PERANG SARUNG, nah ini hampir sama dengan Petasan, tapi dengan konteks yang berbeda. Biasanya pass kita sholat itu kan selain mengunakan celana panjang, juga bisa menggunakan Sarung, nah sarung itu lah yang dijadikan alat perang, digulung, kemudian dislepet dan dilempar ketemanya, dan sarung juga sering digunakan ninja-ninjaan.


Permainan RUMAH HANTU, ini permainan yang jarang orang memainkannya, bahkan tidak pernah ada orang konteks anak kecil saat itu, memainkanya. Dan kami memainkan itu. Permainan ini, gue dan teman gue pernah memainkanya, biasanya rumah hantu, hanya ada ditempat even-even tertentu atau di pasar malam. Dan kami membuatnya sendiri pada saat itu. Tidak tau atau lupa idenya darimana, dan kami buatlah permainan rumah hantu seala-alanya, lokasinya yaitu di hutan dekat komplek/perumahan, bukan hutan ding, lebih tepatnya mungkin lalang, atau semak belukar, kemudian kami buat jalan setapak, disitu ada jalan masuk dan jalan keluarnya, jadi pengunjungnya masuk melewati jalan yang kami buat, dan melewati jalan keluar, sama seperti rumah hantu, kami juga menyiapkan hantu-hantuan si tengah jalan semak yang kami buat, hantunya ala-alaan, hantunya kami mengunakan peralatan dan pakaian seadanya, seperti Sprai Putih untuk jadi pocong-pocongan, kemudian ada Wig/Rambut Bekas, dandanan bedak tebal, sapu pell, dan lain-lain lah. Dan rumah hantu yang kami buat ini banyak yang mengunjugi, dari anak-anak komplek, sampai juga ada anak-anak di luar komplek, bahkan orang dewasa saat itupun juga ada.

Kalau ditanyak kenapa tidak takut, nanti di datangi hantunya yang beneran lohh, jawabanya saat itu simpel aja, ini kan bulan puasa, hantu-hantu kan dikurung, jadi mana ada hantu di bulan puasa, namanya juga anak kecil *anak kecil mah bebas.


Yang terakhir, Permainan PISTOL - PISTOLANkalian pernah memainkanya, sebuah pistol, atau tembakan mainan yang pelurunya isinya bola atau biji plastik kecil, nah gue juga sering ini memainkanya, biasanya ini pass lebaran sih, tapi tidak apalah gue masukan aja ke liss permainan yang di mainin di bulan Ramadhan Bulan Puasa.

Itu aja sih permainan yang biasa gue mainkan saat bulan ramadhan.

Kalau kalian Permainan apa yang biasa kalian mainin di bulan ramadan, saat itu ?

Ket : cerita ini bersembung ke Kecita kedua dihalaman selanjutnya.


25 comments:

  1. petasan dan kembang api, di tambah petasan bumbung yang terbuat dari batang bambu yang paling saya sukai mas

    ReplyDelete
  2. Seru baca artikelnya. Saya masih dapat sebagian besar permainan yang Mas Septian ceritakan walau bukan saya yang main, melainkan orang lain. Kalau saya biasanya main ikat mukena teman saat tarawih di masjid, hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbak.

      Iseng juga iya rupanya, hehe

      Delete
  3. Meriam bambu biasanya anak laki-laki yang main ya
    Duh biasanya abangku tuh yang suka suruh-suruh
    ambil minyak tanah punya ibu, kalau aku yang ambil ibu nggak marah asal nggak ketahuan
    hehe
    ah masa lalu yang indah

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekarang nyari minyak tanah susah lho mbakyu....

      Delete
    2. Haha, iya, minyak tanah sudah susah nyarinya iya mas.

      Delete
  4. Main petasan kayaknya nggak gua banget, sok-sok nggak suka gitu hehe

    ReplyDelete
  5. Itu pas ujung idungnya kena luka, idungnya copot g mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, untung tidak copot nik, masih menempel di muka, hanya luka bakar saja, hehe.

      Delete
  6. BENAR MAS, JADI RINDU DENGAN MASA-MASA MAIN PETASAN DAN MERIAM BAMBU

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kan, masa-masa yang menyenangkan, bila diingat kembali.

      Delete
  7. Zaman PS1 masih cukup langka ini berarti saya lagi SD kelas 1. Kelas 3 udah mulai ramai dan banyak rental. Yap, dulu kegiatannya emang lebih banyak tradisionalnya. Beberapa yang disebutin hampir saya mainin semua. Tapi favorit saya tetep main karambol sama temen-temen. :)

    Sekarang mah sudah mantengin gadget terus bocah-bocahnya. Ahaha~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, iya.iya lupa, aku juga suka tuh memainkannya, karambol seru.

      Delete
  8. kalau aku biasanya maen bedil aja asik, yang pake api terus ditiup gitu, langsung duaarrr

    ReplyDelete
  9. gue juga gitu waktu kcil pas masih bocah suka banget maen pletokan dari bambu... kalo dah maen gak inget waktu sampe malem baru balik eh terus gue diomelin ama nyokap gue,,, hahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha sama, biasanya kalau magrib tidak pulang, langsung dicariin kitanya sama mamake. ;-)

      Delete
  10. Paling sering sih main petasan cabe. Selain gampang banget buat dibeli di warung deket rumah, harganya juga murah, terus ngga bahay-bahaya banget. Ya walaupun pernah satu hari, kena ledakan kecil dari itu petasan, tapi alkhamdulillah nggak sampai bikin luka parah-parah banget lah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya saat itu masih dijual bebas dan gampang dicari petasannya.

      Sama, ak juga pernah sih kena petasan.

      Delete
  11. Main petasan dan perang sarung adalah bakat yang sudah saya pendam sejak lahir, mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa nih, jadi atlit perang sarung. Haha

      Delete
  12. Aku jadi pengin main hantu-hantuan sama kamuu .. 😁
    Tapi jangan bikin kaget yaa 😅 !, cukup nampilin wajah serem aja .. hahaha

    ReplyDelete

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG :-) JANGAN LUPA TINGALKAN JEJAK YA

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...